Showing posts with label Childhood. Show all posts
Showing posts with label Childhood. Show all posts

Monday, 25 February 2013

Nostalgia di SD Tetangga Jauh




Tadi pagi, saya sama temen-temen kelas (bukan sekelas) shooting di sebuah SD negeri di Kebumen. Jadi kita ambil gambar suasana SD dalam rangka menyelesaikan tugas seni budaya, ya buat pergelaran gitu tapi pergelaran film. Kita (re: saya dan teman kelas) bela-belain cari SD yang mau buat bahan percobaan pengambilan gambar, ya walaupun kita masih amatir, tapi kalo lokasi dan suasana nggak amatir boleh kali ya hahaha.

Sekitar jam tujuh dan molor kita sampai di lokasi, bincang-bincang sama kepala sekolah sebentar baru deh mulai shooting. Tapi ketika mau shooting.....

Aku : Kamu bawa kostumnya kan?
Mereka : Engga..
Aku : *diam* 
Salah satu dari mereka : Susah carinya, aku belum dapet, terus aku kira sekarang cuma ambil suasananya.
Aku : Oyaudah, *padahal dalem hati udah kaya kompor aja* ya yg penting bsk bawa ya. 

Tidak ada rotan akarpun jadi. Walaupun mereka nggak bawa kostum, kita tetep lanjut shooting. Pengambilan gambar tentang suasana SD.

You know what? Begitu bel istirahat berbunyi anak-anak SD-pun berhamburan ke luar (sebenarnya dari sebelum istirahat juga udah ramai). Affan mulai ngambil gambar suasana di situ dan ternyata responnya mereka positif banget, ramai, lucu, bener-bener ngingetin sama zaman SD dulu deh.

Mereka itu bener-bener kelihatan bahagiaaaa banget, dari mukanya, ekspresinya, dan sebagainya. Mereka kelihatan excited sama kedatengan kita. Bahkan mereka ndeketin kita, mereka tanya-tanya tentang sekolah kita, tanya-tanya tentang cagakan *hahaha* handycam. Apalagi waktu diajakin shooting, ada yang malu-malu, sok excited, pura-pura bingung, ganjen, aaaaah pokoknya asik banget deh nggabung bareng anak-anak SD, apalagi yang kelas 2.



Lihat mereka yang full of happiness jadi bikin saya berpikir keras tentang kebahagiaan yang dulu saya dapetin waktu SD. Dulu saya pasti kaya mereka ya, ketawa sana sini seperti tanpa beban, lari-larian, serba penasaran, pokoknya freedom of self nya dapet deh.  Mungkin kalau seumuran mereka memang belum berpikir tentang hidup *cie*, tentang sakit hati, jebakan, tekanan. Mungkin pikiran mereka belum tercampur sama cintanya anak muda, patah hati. Mungkin itu semua yang nyebabkan mereka bisa punya happiness ever after all day long. Nah, para anak-anak SD, jangan sia-siakan usia kalian yah.

Gunakan waktu kalian untuk main aja, besok kalo udah SMA nggak akan bisa main-main lagi kaya anak SD soalnya hahaha. Di SD kan enak ta? Saya aja kalau lihat kalian semua itu berasa lihat orang terbahagia lagi menikmati hidup. Bisa nggak sih kalo seorang anak SMA kelas 2 sebahagia anak SD kelas 2? Enggak, Allah gives the different ways for us. Ya masa mau sama terus kaya SD, it will cause our life becomes flat oooo so flat.







Read More

Wednesday, 15 August 2012

Little Star, Big Effect

"Twinkle-twinkle little star, how I wonder what's you are? Up above the world so high. Like a diamond in the sky. Twinkle-twinkle little star, how I wonder what's you are?"

Sepenggal lirik lagu anak-anak berbahasa inggris ini adalah salah satu lagu yang paling saya kenang. Setiap mendengar atau bahkan menyanyikan lagu ini ada sepenggal rasa yang tersentuh. Lagu ini membawa memori saya berlari ke belakang, ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya bersekolah di sebuah SD negeri di kota kecil bagian selatan Jawa Tengah, namanya Kebumen. Memang tidak begitu populer. SD Negeri 2 Kutosari, sebuah sekolah negeri yang berakreditasi B dengan bangunan yang memanjang, lapangan pinjaman SD lain, dan guru bahasa inggris yang mungkin belum tetap.

Pelajaran bahasa inggris dimulai pada kelas empat, tingkatan yang menurut saya terlalu tua untuk mempelajari bahasa inggris ditambah lagi dengan hanya terdapat satu tenaga pengajar materi tersebut. Namun, keadaan itu jauh lebih beruntung dibandingkan beberapa waktu belakangan ini. Tenaga pengajar bahasa inggris di mantan SD saya menghilang atau bahasa halusnya mengundurkan diri. Sungguh prihatin dengan kondisi ini, ingin sekali rasanya saya bekerja paruh waktu di SD itu, mengajar apa yang saya bisa tentang bahasa inggris dasar. Tapi apa daya, saya hanya seorang pelajar sekolah menengah yang dipaksa harus fokus terhadap nilai. Suatu saat nanti, mungkin saya akan menjadi guru bahasa inggris, atau mungkin tidak, saya tidak ingin.

Kembali pada lagu, teringat kala itu, ketika ibu guru bahasa inggris mengajarkan kami bernyanyi lagu twinkle-twinkle little star, saya adalah murid paling semangat dalam menyanyikan lagu tersebut. Sejak awal, saya sudah menghapalkan lirik lagu yang ada di buku cetak bahasa inggris, salah satunya lagu itu dan hanya lagu itu yang dinyanyikan bersama-sama, lainnya? Saya belajar sendiri, atau lebih tepatnya saya mengarang nada. Setelah kejadian itu, banyak teman-teman sekelas saya yang minta bernyanyi bersama-sama dan dikoreksi liriknya oleh saya.

Sungguh, secuil lagu anak yang dapat membuat saya menyukai bahasa inggris walaupun saya belum ahli pada bidang itu. Tapi bukankah dari suka kita bisa menjadi ahli? Semoga! Little Star, Big Hope. :)

Read More