Showing posts with label SHS. Show all posts
Showing posts with label SHS. Show all posts

Monday, 25 February 2013

Nostalgia di SD Tetangga Jauh




Tadi pagi, saya sama temen-temen kelas (bukan sekelas) shooting di sebuah SD negeri di Kebumen. Jadi kita ambil gambar suasana SD dalam rangka menyelesaikan tugas seni budaya, ya buat pergelaran gitu tapi pergelaran film. Kita (re: saya dan teman kelas) bela-belain cari SD yang mau buat bahan percobaan pengambilan gambar, ya walaupun kita masih amatir, tapi kalo lokasi dan suasana nggak amatir boleh kali ya hahaha.

Sekitar jam tujuh dan molor kita sampai di lokasi, bincang-bincang sama kepala sekolah sebentar baru deh mulai shooting. Tapi ketika mau shooting.....

Aku : Kamu bawa kostumnya kan?
Mereka : Engga..
Aku : *diam* 
Salah satu dari mereka : Susah carinya, aku belum dapet, terus aku kira sekarang cuma ambil suasananya.
Aku : Oyaudah, *padahal dalem hati udah kaya kompor aja* ya yg penting bsk bawa ya. 

Tidak ada rotan akarpun jadi. Walaupun mereka nggak bawa kostum, kita tetep lanjut shooting. Pengambilan gambar tentang suasana SD.

You know what? Begitu bel istirahat berbunyi anak-anak SD-pun berhamburan ke luar (sebenarnya dari sebelum istirahat juga udah ramai). Affan mulai ngambil gambar suasana di situ dan ternyata responnya mereka positif banget, ramai, lucu, bener-bener ngingetin sama zaman SD dulu deh.

Mereka itu bener-bener kelihatan bahagiaaaa banget, dari mukanya, ekspresinya, dan sebagainya. Mereka kelihatan excited sama kedatengan kita. Bahkan mereka ndeketin kita, mereka tanya-tanya tentang sekolah kita, tanya-tanya tentang cagakan *hahaha* handycam. Apalagi waktu diajakin shooting, ada yang malu-malu, sok excited, pura-pura bingung, ganjen, aaaaah pokoknya asik banget deh nggabung bareng anak-anak SD, apalagi yang kelas 2.



Lihat mereka yang full of happiness jadi bikin saya berpikir keras tentang kebahagiaan yang dulu saya dapetin waktu SD. Dulu saya pasti kaya mereka ya, ketawa sana sini seperti tanpa beban, lari-larian, serba penasaran, pokoknya freedom of self nya dapet deh.  Mungkin kalau seumuran mereka memang belum berpikir tentang hidup *cie*, tentang sakit hati, jebakan, tekanan. Mungkin pikiran mereka belum tercampur sama cintanya anak muda, patah hati. Mungkin itu semua yang nyebabkan mereka bisa punya happiness ever after all day long. Nah, para anak-anak SD, jangan sia-siakan usia kalian yah.

Gunakan waktu kalian untuk main aja, besok kalo udah SMA nggak akan bisa main-main lagi kaya anak SD soalnya hahaha. Di SD kan enak ta? Saya aja kalau lihat kalian semua itu berasa lihat orang terbahagia lagi menikmati hidup. Bisa nggak sih kalo seorang anak SMA kelas 2 sebahagia anak SD kelas 2? Enggak, Allah gives the different ways for us. Ya masa mau sama terus kaya SD, it will cause our life becomes flat oooo so flat.







Read More

SMANSA Graffiti Contest 2013

SMANSA Graffiti Contest adalah sebuah kompetisi yang diselenggarakan bagi warga SMANSA Kebumen khususnya para peserta didik kelas X dan XI. Acara tersebut terlaksana atas program kerja dari...kalo nggak OSIS ya MPK gitu hahaha. Sekian formalitas pembukanya deh.

Jadi, sekitar minguu lalu di sekolah saya itu dilaksanakan sebuah acara melukis dinding yang katanya panitia diberi judul SMANSA Graffiti Contest. Mengapa acara tersebut dapat terselenggara? Karena ada tembok baru yang masih putih bersih di bagian timur bangunan sekolah saya. Mungkin si pencetus program ini risih lihat sesuatu yang bersih dan putih jadinya pengin ngewarnain gitu. Nah, karena si pencetus itu nggak bisa mengotori (re: mewarnai) tembok sepanjang beberapa ratus meter *hah* sendiri, jadi dia punya ide buat 'pake' anak-anak se-sekolahan. Berhubung kelas XII lagi fokus ujian, jadi yang jadi korban ya kelas XI dan X juga beberapa organisasi yg ada di SMANSA.

Itu tadi latar belakang singkat versi saya tentang terselenggaranya acara ini. Tapi tapi, menurut saya sih acara SMANSA Graffiti Contest itu ya merupakan acara paling seru selama saya sekolah di SMANSA, yaa dibandingkan dengan acara lain yang membosankan dan mainstream. Kenapa? Karena asik dan ramai, kerja bareng temen sekelas *padahal ya aku nggak megang kuas*. Dari intensitas keramaian publik smansa yang ada di area perlombaan juga menunjukkan kalau acara ini sukses berat dan asik abis. Buktinya? Jalanan timur smansa aja sampai macet gara-gara antusiasme anak smansa untuk ngoret-oret tembok. Sukses deh buat OSIS dan MPK ^^.

Hari pertama perlombaan. Banyak tembok yang masih bersih dan baru diamplas :)






Hari ketiga perlombaan. Ada yang udah jadi, setengah jadi, yang seperempat jadi, bahkan ada yang masih putih polos.




Ini sketsa graffiti kelas saya. Affan lagi nyektsa.

The fastest graffiti. Hari ke tiga udah jadi nih.





suasana jalanan timur smansa

suasana graffiti contest


suasana waktu lagi hari ke-3 (my classmates)


Hari ke-empat


Hari ke-lima

Ujang in action


hari ke lima saya nggak punya foto apa-apa, cuma ada itu. Solanya hari ke-lima saya ikutan bantu ngecat punyanya Scout Adisa :)

Hari ke-6 (The Last Day) Special Documentary of My Class


Bribikannya S******ni P #1


Bribikannya S******ni P #2

Bribikannya S******ni P #2
 






KALO INI JUGA DI HARI TERAKHIR

Btw kelas saya itu ngangkat tema hardcore gitu. Ya maklumlah yang ngasih ide juga cowo, yang sebagian kerja juga cowo, yang mandorin juga cowo, yang dimandorin rata-rata cowo juga. Hahaha

Oya, this is my favorite photo taken ever pokoknya. Foto tiga anak kecil dengan background graffitinya entah siapa. Mereka kelihatan excited sekali dengan banyaknya gambar-gambar di dinding smansa lhoo.




That's all about SMANSA Graffiti Contest. Terimakasih telah membaca ^^
Read More

Saturday, 9 February 2013

Cuap-cuap Rancangan Masa Depan

Weekend, fffuuh. Akhirnya weekend juga, seenggaknya punya deh waktu kosong yang bakal bermanfaat. Minggu ini hampir kelar dan bakalan disambut sama minggu depan yang padet sama ulangan, semoga saya bisa dapet hasil yang maksimal, dan no cheating aamiin.

Postingan kali ini nggak akan bahas masalah ulangan kok, tapi yang lain, it's about future. Tadi habis bel pulang sekolah saya nggak langsung pulang, ngobrol dulu sama temen-temen gitu. Jarang banget kan akhir-akhir ini saya ngobrol bareng mereka, biasanya habis bel langsung ambil sepeda dan langsung capcus pulang gitu. Kesambet.

Jadi tadi tuh kita ngobrolin masalah perkuliahan. Terlalu dini nggak sih buat kelas 11? Engga kok. Dari pembicaraan kita tadi dapat disimpulkan bahwa angkatan tahun saya itu banyak banget yang pengin jadi dokter atau pengin masuk ITB, tapi saya bukan salah satu diantaranya. Alasannya? Biar nggak mainstream hahaha, dokter udah banyak, terus yang mau ITB juga udah banyak, too mainstream. Saya nggak suka hal-hal berbau mainstream *padahal*. Terus tuh tadi juga kita ngitung-ngitung yang mau teknik juga banyak, dan saya bukan lagi salah satu diantaranya. Padahalkan kalo masuk ipa ya paling jurusannya antara teknik atau kesehatan kaan? Tapi sekali lagi saya belum ingin ambil jurusan kuliah salah satu diantaranya. Parah nggak sih? Enggak! Saya nggak parah, cuma pemikiran saya aja yang berbeda, yang anti mainstream :) Sebenernya alasannya bukan itu sih, masa cuma gara-gara mainstream saya nggak mau kuliah di situ hahahaha.

Terus saya mau jadi apa? Ah, biar saya, dan Allah SWT dulu aja yang tahu, besok kalo udah mantep baru dipublikasikan *cie*. Btw, nih ya saya mau share tentang rancangan masa depannya temen-temen saya yang tadi ngobrol bareng;

1. Lini: PWK, UGM atau UNDIP (kalo nggak salah)
2. Ana: Pilihan I -> Teknik ********* (lupa namanya, pokoknya yang ngurusin masalah alat-alat kesehatan), UNAIR/UNBRAW gitu. Pilihan II -> Kedokteran, UNS. Pilihan III -> PGSD, UNS. (kalo nggak salah). Btw, ini anak udah mantep banget gitu lho.
3. Wepe: Setauku dia pengin PWK atau sastra, tapi tadi kata ana dia pengin di Kedokteran Gigi. 
4. Nuna: Aduh lupa, tapi intinya dia pengin di yang berbau teknik gitu. Aseli lupa deh nama jurusannya apa.
5.Wida: Dulunya pengin SITH ITB, soalnya dia anak olim bio. Tapi sekarang dia pengin di Kedokteran UNAIR. Katanya biar jadi Ainun-Habibie sama abangnya (re:kekasih) yang rencana mau kuliah di ITS tahun ini.
6. Dwi: Keperawatan, UI. Katanya biar dapet Dokter Umum --"

Ya semogaa kalian semua dapat mencapai tujuan kalian masing-masing ya, Nak :') Terus saya mau di mana dong? Rahasiaaa.

Pokoknya, apapun cita-cita kalian dan apapun tujuannya, gantungkan hal tersebut 5 cm di depan kening kalian.

happy weekend :)

NB: Nama yang tertera pada postingan ini merupakan nama samaran.






Read More

Tuesday, 5 February 2013

Masuk Universitas Indonesia?

Setiap orang punya cita-cita. Orang terkaya, terganteng, tercantik, terpintar di duniapun pasti punya cita-cita. Bahkan orang termalas juga punya cita-cita. Yang membuat beda adalah level dari cita-cita tersebut dan bagaimana cara dan usaha untuk mendapatkannya.

Ya itu tadi sekilas kata-kata lucu nan imut yang saya karang sendiri dan terinspirasi dari kejadian lusa. Simpel tapi dalem kan? Engga sih biasa aja hahahaha. Oke nggak papa. Jadi kenapa kejadian hari ini bisa ngasih inspirasi saya untuk bikin kata-kata mutiara itu? Well, hari ini ada event yang diadain sama perhimak UI di kota kecil tercinta dan yang secara tidak sengaja menjadi kabupaten ketiga termiskin di Jawa Tengah ini (re: Kbm unyu-unyu). Judul eventnya itu "UI Goes To Kebumen IX" dan jargonnya itu "Taklukan Mimpimu!".

Saya dateng ke acara itu dengan tujuan untuk refreshing dan sightseeing cari ilmu *cieeee* dan karena udah beli tiket yang ditawarin sama temen sekelas. Padahal saya masih kelas 2 SMA lhooo dan saya udah dateng ke event begituan, rajin kan? :)  Iya dong, orang acaranya juga MT (Motivation Training) dan bedah kampus doang. Sebenernya ada sih acara tryout nya, tapi belum tertarik buat ikut, takutnya dikira rajin banget :))))

Lanjut ya, tadi itu waktu MT kita ditampar abis-abisan sama dua motivatornya yang aku lupa namanya siapa. Ditampar keraaaas banget sampai-sampai sadar banget kalau apa yang kita (re: aku) lakuin tuh masih bener-bener kosoooong banget, nggak sepadan sama cita-cita, padahal bentar lagi aku naik kelas 3 (aamiin).

Jadi sebenernya apakah cita-cita saya? Rahasia. Butuh keberanian gede dan kemantapan hati yang tinggi untukmenyebutkan apa cita-citaku. And I guess..this is not the right time to decelerate my ideal, takutnya besok bakalan ganti lagi haha -___-. Tapi di balik itu semua aku punya harapan yang seenggaknya bisa dishare dikit doang. Well, start from very-very first time, I really want to enroll UI. Very-very first timenya itu kapaan? Waktu SD!! Dari SD aku udah tau apa itu UI, ya sekitar kelas 4-5an gitu lah, dari zamannya Afgan jadi ngetop gitu, dia kan di UI dulunya, ya jadi aku pengin masuk UI juga.

Harapan itu pun berlanjut samapai sekarang. Semakin bertambah umur, semakin tahu kalau mau masuk UI itu nggak gampang. Butuh effort yang besaaaaar banget dan kalau dibandingkan dengan effort yang udah saya lakukan akhir-akhir ini..that's nothing. Masih butuh effort lebih gede. I realize that all. What I need is the FIRST STEP to walk, to change my habit and of course the consistency to do that. Percuma juga kalau udah ngelakuin first step tapi toh nggak ada konsistensi. Saya yakin banget sama Dia dan semua jalan yang diberikan oleh-Nya. Man jadda wa jada, kalau saya usaha keras sampai berdarah-darah *majas* pasti akan ada jalannya. Kalau UI jalanku pasti juga bakal dikasih kalau udah usaha keras, tapi kalau bukan...pasti itu juga yang paling bagus dan paling baik buat saya, Allah is never wrong, even for a little thing. I believe in that :)






Saya dan Alfi Naufida (KCF, 27 Januari 2013)





Read More

Saturday, 26 January 2013

Weekend di SMANSA (akhir-akhir ini)

Akhir-akhir ini banyak alumnus yang dateng ke SMA, ada yang saya kenal, tapi ada juga yang nggak pernah saya lihat dan bahkan ada juga yang nggak saya percaya kalau itu lulusan smansa ha-ha-ha. Oya, alumnus dalam konteks ini artinya anak didik yang udah lulus dari smansa dan lagi kuliah bukan yang udah kerja. Dalam terkaan saya, mereka dateng ke smansa itu ya buat presentasi universitasnya masing-masing gitu. Tapi itu terkaan sih, kalau tujuan sebenernya saya nggak tahu. Dan mungkin terkaan saya benar. So, why do we talk about this? Karena menurut saya ini salah satu momen yang patut untuk dijadiin tulisan. Well, that's totally an absurd reason.

Jadi gini, sudah sekitar dua atau tiga minggu ini *menerka* banyak alumnus dateng ke smansa, kebanyakan dari mereka dateng hari Sabtu atau Jumat gitu. Pokoknya hari yang akhir mingguan gitu deh. Mereka itu lucu-lucu lho *eh apa ini*, bukan bukan lucu, tapi cool, either girls or boys. Cool? Ya, kerena ketika mereka pakai jas/jaket almamaternya itu terlihat lebih cool aja, ya cool di sini bukan 100% identik dengan coolnya anakgantenglagimainbola, bukan, bukan gitu, pokoknya lebih kepada berwiba *ciye*. Mereka mungkin lagi liburan dan berniat mampir ke smansa, eh tapi mampirnya punya tujuan. Jadi apa tujuannya? Saya nggak tahu. Seperti yang sudah saya bilang tadi, terkaan saya mengatakan bahwa mungkin mereka dateng to promote their university. Hari ini kalo nggak salah UNDIP yang dateng, Jumat kemarin ada UI, terus minggu lalu hari Sabtu ada UNSOED, baru itu yang saya tangkap.

Well, kira-kira tahun depan saya peke jaket/jas almamater yang mana ya?



Read More

Monday, 21 January 2013

Geblek Physics Answer Sheet (True)

So, verily, with every difficulty, there is a relief. Verily, with every difficulty, there is a relief. -Al Qur'an, 94: 5-6

Bad mark again. I don't know until what time I'll get it again, but I hope this came for the last. Well, next week I got my physics daily test, it was about impuls and momentum. And today the result was announced. Sebenernya saya juga nggak punya good feeling juga buat dapet good score di mapel itu, tapi yang namanya berharap boleh kan? At least, in this a half+a month XI grade, materi fisika yang understandable itu ya menurut saya bab momentum impuls. Ya, understandable ketika guru memberikan materi.

Fakta pertama, jarang-jarang juga saya mudeng kalau guru fisika memberikan materi, jarang sekali. Fakta kedua, I couldn't do the test T_T, even just a number. Aseli, tidak ada sebuah keyakinanpun akan ada jawaban yang benar dari lima nomer soal essay  yang disediakan. Panic! I felt like the stupidest person in that room, asal-asal nulis rumus, kalau ketemu angka cantik ya itu adalah kebetulah yang terindah walaupun belum tentu benar jawabannya. Jadi, ada satu nomer yang bikin saya geregetan pengin nimpuk yang nyiptain soal (ini bohong). Soalnya itu kita suruh menghitung berapa jumlah peluru yang ditembakkan pada t=30 detik. Dan saya kaget abis!! Kenapa? Ya nggak penting banget ngitungin jumlah peluru. Ya kali, kalau mau nembak juga tinggal nembak aja gitu. Err, dan ternyata yang merasakan hal yang sama bukan hanya aku :)))) syukurlah.

Dan sampailah pada hari ini. Hari penentuan antara remidi dan tidak remidi, penentuan penentuan! Ya kalau saya sih nggak usah dikasih tahu remidi atau engga ya pasti masuk yang remid (untuk bab ini). Tapi, yang bikin deg-degan adalah nilai. Well, I hoped I wouldn't get the lowest score in my class. Itu harapan yang jadi modal buat ded-degan kalau nyimak guru membacakan nilai fisika.

Deg-degan saya terjawab! I got a really-really super bad mark! Jelek abis -_- Tapi ada hal yang perlu disyukuri, I was not the one who got the lowest score, ya tapi kan nilai sama-sama jelek, cuma fortune lagi mendekat kali ya, jadi saya nggak paling rendah. Terimakasih ya Allah :))) Tapi dalem hati ngenes juga, nilai begini amet.

And taraaaaaa, pak guru masih punya kejutan lagi lho :') yaitu...kejutan yang bikin detak jantung tuh serasa bedebar terlalu kencang dan bikin teriak-teriak sehingga suasana kelas ancur abis. Waktu lagi pembahasan soal satu per satu, tiba-tiba beliau mengatakan, "Banyak lembar jawab kalian yang saya tulisin geblek, ya le ngitung salah apa-apa kurang teliti, nih ya saya carikan contohnya satu." Huaaaaaaa sekelas pecah! Pecah dan ketakutan kalau lembar jawab yang jadi contoh yg tertera kata-kata geblek-nya itu adalah milik kita. Sumpah deh rame kelasnya kaya pasar lebih-lebih. Dan saya pun teriak nggak jelas sampai pengin nangis pengin cepetan bel, soalnya takut kalau lembar jawab yang dijadikan percobaan itu lembar jawab saya. Tidak cukupkah nilai jelek yang saya dapat?

Satu lembar jawab geblek  pun terpilih dari 32 lembar jawab yang ada. Dziiingggg lembar jawabpun ditunjukkan dan......itu bukan punyaku HAHAHAH!! Rasanya lega banget ya, banget. Padahal ya, the score which was written in that geblek answer sheet is higher than mine. Ya kali, berarti di dalem lembar jawabku gebleknya kuadrat dong -_- err itu menyakitkan.

Kejutan tidak berhenti sampai di situ, pak guru masih mau menunjukkan geblek-answer-sheet yang lainnya. Ya, you know, kelas pecah lagi, rame lagi, nggak jelas lagi, semuanya panik lagi. Dan saya? panik kubik! Udah nggak karuan rasanya urghhh. Satu lembar geblek-answer-sheet pun terambil. Dan itu..bukan punyaku juga yeeeeeeey :))) bahagia men bahagia. Nilai yg tertera juga nggak jauh beda sama nilai ku, berarti seenggaknya nggak akan ada geblek kuadrat di lembar jawabku :).

Dan rupanya beliau masih punya banyak kejutan yang membuat kelas riuh...geblek-answer-sheet masih mau ditunjukkan. Kelas ancur lagi, pasar lagi. Tapi karena Allah sayang sama kita bel pun berbunyi dan...anak cowo ada yang loncat kegirangan, yang lainnya teriak penuh syukur karena geblek-answer-sheetnya sudah cukup dipertontonkan.

Pesan terakhir pada pertemuan tadi adalah, akan diadakan remidial bagi anak didik yang nilainya masih under-KKM . Rabu besok. Dari sini saya mulai membangun semangat lagi buat belajar karena saya juga jengah dapet nilai jelek terus kalau fisika. Semoga Rabu besok saya tuntas remidialnya! Doakan doakan :) Saya percaya bahwa disetiap kesulitan pasti ada kemudahan. And I don't want to have geblek physics answer sheet :)


NB: The last, kita (kelas saya) semua nggak akan pernah tahu apakah di lembar jawab masing-masing terimbas tulisan geblek ataupun geblek kuadrat. Kita tidak akan pernah tahu. Kecuali dua anak yang geblek-answer-sheetnya sudah dipertontonkan untuk umum. Hanya Allah SWT dan beliau yang tahu.








Read More

Thursday, 6 December 2012

Akhir Semester I

Hai. Pernah nggak sih kalian lihat sinetron-sinetron di tipi tipi yang perannya anak-anak SMA gitu? Dan misalnya nih, kalian nontonnya waktu jaman SD gitu, pernah nggak sih kalian kepikiran masa-masa SMA itu emang kayak gitu? Kalo pernah, berarti kalian sama kayak aku. Dulu, ini dulu lho sebelum jadi anak SMA, sering aja ngebayangin kalo masa SMA itu ya full of happiness, hari-harinya meneyenangkan, pokoknya anak muda banget dan dulu setahuku juga it will be full of ehm love, asmara.

Ya, yang dulu ya dulu sih. Habis menjejakkan diri di bangku SMA jadi tahu apa yang dulu terbayangkan hanya omong kosong. Tapi itu juga dulu, dulu waktu kelas sepuluh. Sekarang? Lumayan berbeda. Kenapa? Nah, ini nih bakal tak ceritain.

Diawali dari pembagian kelas. Kan ceritanya aku naik kelas nih, jadi kelasnya itu diacak lagi. Kebetulan di sekolahku itu ada dua jurusan, IPA dan IPS. Nah, secara tidak sengaja aku tuh masuk ipa, iya ipa, anak banyak omong ini masuk ipa. Jujur ya, bingung mau ekspresi apa, Sedih? Seneng? Tapi lebih jujur lagi aku udah move on-in aja takdir masuk ipa itu, tak jalani aja sampai sekarang, sampai kelas 12 besok, sambil bilang alhamdulilah, biar dapet berkah.....daripada menyesal terus menerus nanti nggak berkah. Oke kembali ke topik, tadikan aku masuk ipa, terus begitu lihat pembagian kelas eh ternyata itu aku masuk kelas XI IPA SATU. Begitu lihat daftar anak-anaknya aku itu....kaget dan....bingung. Kenapa kaget? Karena aku lihat anak-anakanya itu kaget aja. Kenapa bingung? karena aku bingung aja. Yang jelas, yang awalnya paling malesin itu....ini dulu lho....nggak ada temen yang deket sama aku, ya aku tahu mereka, tapi nggak ada yang deket banget gitu. Terus tuh masih ada nama-nama yang ambigu, yang nggak tak kenal gitu, terus terus ya gitu lah rasanya, masih ada perasaan tidak puas...itu dulu lho.

Dari awalan itu, masa-masa SMA tahun kedua semester satuku berubah. Like feeling SMA sekali. Kenapa? karena setelah berjalannya waktu, mereka itu beda dari yang tak bayangin dulu waktu lihat daftar namanya. Dalam kurun waktu kurang dari seminggu atau bahkan entah berapa hari, aku udah dapet kenyamanan di kelas.

 Lama kelamaan, aku tahu gimana sebenernya karakter kelasku. Ya jadi wajar kalo ada guru yang bilang kalo kelasku itu kayak kelas ips. Kenapa wajar? Karena kelasku itu rame banget, kenapa kelasku rame banget? Karena kelasku asik. Yup a-s-i-k pake banget.

Itu yang ngebuat tahun kedua di SMA ini jadi tambah SMA. Ya, bukan berarti tahun pertama dulu ga asik bukan. Tahun pertama juga aku dapet kelas yang asik banget. Tapi namanya juga masa penyesuaian jadi anak SMA, jadi ada aja oknum yang mengganngu tahun pertama *Upseh.


***oya, ini Arsita udah sms suruh ke sekolah, latihan padus kelas, jadi postingannya tak hentikan dulu ya. Dilanjutin di part duanya. Bye***









Read More

Sunday, 18 November 2012

NINO RAN DI SMANSA KBM!!! DAMN COOL!

What the hell! Ketika log-in facebook dan di beranda langsung ada foto lelaki ganteng yang sepertinya tidak asing lagi. Lelaki *eh* itu berfoto di tulisan 'Welcome To State Senior High School  1 Kebumen'. Pertama tak kira itu dia hanya mirip Nino RAN, ternyata? Dan ternyataaaaaa dia Nino RAN beneran ran ran ran, asli! damn cool gilaaaa!

Nggak percaya? Nih fotonya!
























Habis lihat foto itu di beranda, asli kaget banget, terus langsung deh komen di foto itu.















Oya, yang nge-upload fotonya itu adalah Mas Ganda (di klik). Dia adalah mantan baru ketos smansa.

Terus komennya itu dibales dan ada berita yang sangat mengejutkaaaan! Itu adalah....

  

Masih dengan kekagetan yang meraja, foto itu eh maksudnya link foto itu tak sebarin di twitter dan yup akhirnya pun saya koar-koar di twitter ttg kedatangannyaitu ke sekolah saya, tepatnya tentang penyesalan mengapa tidak sempat melihat T.T

But, start from now I'm waiting for his attendance to SMANSA KBM again, specially waiting for hearing his voice! Hoping it won't be only him but RAN. Tapi kalaupun cuma dia aja juga nggak papa, sungguh bersyukuuurr sekali {} 

Well, jadi big question-nya itu adalah kenapa-nino ran-bisa-dateng-ke-smansa? Padahal dia nggak nyanyi tuh, mungkin taking a rest, mungkin numpang ke kamar mandi, mungkin mungkin mungkin. Bukan! Aku juga nggak tau kenapa kalo itu, tapi setahu saya  sih mungkin nih karena Ayahnya dia alumnus smansa kbm, mungin ya mampir gitu. Lagian moment kedatangannya dia juga pas banget sama lebaran dan dia + keluarga memang lagi di kebumen. Jadi ya mungkin ayahnya ngajakin gitu. Mungkin sih mungkiiiiin.

Unfortunately, I didn't meet him, I didn't know if he came to my school but I knew that he came to Kebumen. Itu pun aku tahu ya dari tweetnya dia, ibaratnya tuh waktu lebaran itu pengin nyari di mana keberadaanya dia tapi kok susaaaah banget eh ternyata mampir smansa juga. Errr nyesel gila nyesel abisssss T.T.

Oya, ini foto-fotonya Nino + keluarga, juga senior-senior sekolah(ku) yang beruntung sekali bertemu Nino T.T


err Nino is so damn cool!

****SEKIAN****


Read More

Friday, 27 July 2012

Their Quotes

After holding English Community (Ecom) interview  this afternoon, I read their essays. And guess what? I found a lot of quotes in their essays. Sebenarnya, quotes-quotes yang mereka cantumkan dalam essay mereka sudah sangat populer di kalangan kita semua -mungkin-. Tapi, yang membuat saya ingin mempublikasikannya adalah karena usaha mereka ketika proses interview yang membuat essay mereka seems so wonderful. So, here we go!

"I believe, if I live around of the smart people, I will be smart too" - Rizka S
"There is no guarantee that this life is easy. Just need a want, work, and wish" -Nanda M
"If there is no music in this world, it's gonna turn be black and white" -Dwi Asih R
 "There's a lot of drama that happen in my life, but life is full of struggle" -Irma R
"She learned from her mistakes, got her life together, and made a life for me" -Irma R
"Teach me to dare and not afraid to keep dreaming" -Irma R
 "If people support me, I'll support them harder" -Irma R

Well, actually masih ada quotes-quotes lain di essay yang lain pula. Tapi karena mata sudah mulai lelah dan belum semua essay terbaca, jadi quotes lain masih akan ditampilkan pada the next article. Be ready! :)



Read More

Wednesday, 25 July 2012

LIFE

Jam menunjukkan pukul lima sore, entah lebih entah kurang. Sore ini. Cukup mengenaskan, apa yang saya dengar setelah memarkir sepeda di garasi yang tak terlalu lebar. Seperti mendapatkan serangan jantung. 
"Hari ini rapat apa lagi?" tanya ibuku bernada marah.
"Organisasi X, bu.  Mau ngadain BSB, jadi hari ini ada pembagian tugas sama adik kelas juga, kan aku udah izin, bu," jawabku sembari menyopot sepatu.
"Kemarin kamu pulang sore, sekarang pulang sore, dikira pulang sore terus bakal ngasih kamu nilai bagus?" lanjut ibuku dengan sedikit berteriak.
Saya tidak menjawab apapun. Hanya diam. Saya tahu itu retorik, tak perlu suara untuk memperpanjangnya. Sebenarnya, sudah dua minggu ini kedua orangtuaku melarang kegiatan di luar jam pelajaran dan les tambahan kecuali organisasi Z.  Alasannya simpel, karena organisasi Z lah yang tidak memakan energi fisik terlalu banyak, dan energi yang kita pakai akan berhubungan dengan kesehatan. Ya, kesehatan saya akhir-akhir ini sungguh tidak bisa dipertanggung jawabkan. Turun terlampau jauh, dan menimbulkan kerusakan pada sesuatu. Sebenarnya hal ini sering kudapatkan, namun aku tak pernah merasakannya sebagai 'penyakit' hanya pahit dan nyeri biasa. Tapi hal inilah yang membuatnya menjadi bertambah parah, puncaknya minggu ini. Untunglah, minggu ini saya belum mengikuti puasa ramadhan, jadi masih ada waktu untuk penyesuaian kondisi terlebih dahulu. 

Seperti biasa, setelah sekian jam menyibukkan diri di rumah kedua (re: sekolah) dan kembali ke rumah utama, pastilah kamar yang saya tuju pertama kali. Entah karena lelah, atau mungkin karena sudah terbiasa. Kamar adalah surga dari rumah utamaku, bukan karena ada kasur, melainkan di tempat itulah saya bisa benar-benar menjadi saya. Selain itu, kamar juga lah yang memberikan kenyamanan instan  bila saya sedang berada di tengah kepenatan dan kelabilan yang mungkin membingungkan, dan di kamar pula lah saya menemukan hobi menulisku dan juga inspirasiku.

Terlepas dari pembahasan kamar, saya baru sadar bahwa bapak belum pulang padahal waktu telah menunjukkan pukul setengah enam sore, hampir berbuka puasa. Tidak seperti biasanya pada bulan ramadhan. 

"Bu, bapak belum pulang?" tanyaku membuka percakapan senja ini sembari membantu beliau membuatkan teh untuk berbuka.
"Belum, sedang tenis," jawab ibuku singkat.
Bapakku memang hobi tenis sejak beliau bekerja sebagai polisi, dan tenis pula yang membuat bapakku sering pergi ke luar kota. Beliau hebat.

"Kalau saran ibu, kamu nggak usah ngepeng organisasinya. Jangan pulang sore terus! Kamu kan tahu kalau kamu udah kelas 2, harusnya kamu inget sama SNMPTN undangan. Apa kamu nggak kasihan sama ibu sama bapak yang udah bayar les mahal-mahal?" bahas ibuku.
 "Ya kasihan, kan aku belum pernah bolos les di kelas dua ini, bu," belaku.
"Ya pokoknya ibu cuma ngingetin aja, apa yang kamu lakuin sekarang bakal ngaruh sama masa depanmu."
Suara motor bapakku terdengar memasuki teras. Saya hafal. Bapak pulang, dan ibuku belum berhenti menasihatiku tentang kesibukanku. Sebenarnya, bila kau tahu bagaimana sifat bapakku, beliau adalah orang yang sangat tegas, maklumlah dari keluarga militer. Tidak hanya tegas, beliau sangat galak. Mungkin berbeda dengan bapak kalian di rumah. Kekerasan hati? Sering. Fisik? Pernah. Namun, seiring berjalannya waktu, bapakku jarang melakukannya padaku lagi, hanya saja apa yang beliau katakan sangatlah menusuk. Dan mungkin itu yang beliau turunkan padaku. Tapi, bapakku hebat. Beliau adalah seorang polisi sekaligus bapak yang loyal dalam hal positif. Bila saya minta belikan baju, buku, novel, tas dan lain-lain, beliaulah yang loyal memberikan alat pembayarannya, asal beliau dalam kondisi good mood.

 Bapakku bergabung bersama saya dan ibu di dapur.  Ikut bercampur padu pada percakapan semi serius kami. Ketika bapak bergabung, percakapan berubah menjadi pembuangan pada kata semi, ini serius. Semua larangan adalah larangan dan bapakku melarangku......................
Read More