Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Wednesday, 29 July 2015

Tentang Tuhan dan Merbabu

25 Juli 2015

“Kenapa kamu naik gunung?”
Pertanyaan itu muncul lagi sewaktu kaki ini menapak di ketinggian 3142 mdpl.
“Kenapa kamu naik gunung?”
Pertanyaan itu muncul lagi sewaktu tangan ini masih menggerakan bendera merah putih yang ada di tempat yang sama.
“Kenapa kamu naik gunung?”
Pertanyaan itu muncul lagi sewaktu mata ini menatap lurus ke arah langit yang seolah lebih dekat dibandingkan biasanya.
“Kenapa kamu naik gunung?”
Dan sekali lagi pertanyaan itu muncul sewaktu jiwa ini sedang terengkuh oleh Merbabu.
------
Desember, 2014
Pelantikan Gandewa (Pecinta Alam Fakultas Psikologi)

“Kenapa kamu naik gunung?”
“Aku…pengin lihat awan di ketinggian. Waktu SMA ga dibolehin ikut pecinta alam juga. Ya, ambisi masa muda, pengin lihat ciptaan Tuhan lebih dekat. Penasaran. Semoga ini jadi hobi.”
Jawaban paling jujur saat itu, menggantungkan angan pada Tuhan agar sempat  dekat dengan gunung yang kelak akan dipijak.
Semoga, Tuhan.
------

25 Juli 2015

Dan jiwa ini sedang terengkuh oleh Merbabu, yang puncaknya memberikan pelajaran bahwa hidup bukan sekedar ambisi dan rasa penasaran pada awan-awan yang mengelilinginya. Nyatanya, awan itu akan tetap menyelimuti merbabu dengan dan tanpa kaki-kaki yang berlelah-lelah mengejar puncak.

Kemudian aku sadar bahwa puncak, awan, ambisi, dan rasa penasaran bukan alasanku menggapai puncak-puncak gunung, berlelah-lelah mendaki, dan menyerahkan diri pada dinginnya angin kala malam. Itu bukan alasanku  berkali-kali meninggalkan kota dengan gemerlapnya demi beberapa paku bumi ciptaan Tuhan.

Di perjalanan mencapai puncak ke tiga ini, Tuhan membisikanku lewat angin Merbabu, lewat teman-teman satu perjalananku, lewat jalur Wekas yang membiarkan kaki ini tetap bergerak naik pada jalanan yang menanjak dan terjal. Tuhan merangkul jiwaku yang merindukan kelandaian pada tiap tanah yang kupijak. Dan kemudian, Tuhan mengizinkanku berada di puncak Merbabu.

Lalu aku melihat Merapi, tepat berada di depanku, berdiri tegap dan gagah, seolah berkata bahwa dia tak kalah tegap dengan Merbabu yang aku pijak saat ini. Kemudian aku melihat Merapi, walau berdiri tegap, tetap merunduk khidmat pada Sang Maha Pencipta. Senyap dan khidmat.
Maha Besar Allah, Tuhan Semesta Alam.
-----
Tuhan dan Merbabu,
Bahwa untuk sampai pada titik setinggi ini, bahwa untuk menahan emosi, bahwa untuk menyebut nama-Mu dalam tiap ketakutan yang mendesir juga ketakjuban pada ciptaan-Mu, bahwa untuk menyimpan memori tentang kuasa-Mu, bahwa untuk memastikan bahwa segumpal darah dalam diri ini baik-baik saja selama perjalanan Merbabu, masih harus banyak belajar.
Lalu,
“Kenapa kamu naik gunung?”
Maka aku jawab bahwa lewat perjalanan mendaki gunung, aku belajar.
Maka aku jawab bahwa lewat perjalanan mendaki gunung, aku mendewasakan diri.
Maka aku jawab bahwa lewat perjalanan mendaki gunung, aku lebih jatuh cinta pada-Mu, bukan karena puncak dan awan yang menghiasi saja, melainkan juga karena pertolongan-Mu dalam tiap sulit, dalam tiap keputusasaan, dalam tiap tangan yang Kau titipkan untuk membiarkan kami bertahan walau jatuh berulang-ulang.

Semoga, Engkau akan tetap menjadi alasan untuk setiap perjalananku selanjutnya.
Bukan tentang seberapa tinggi dan seberapa sulitnya nanti, melainkan tentang rasa syukur yang terselip pada jiwa ini ketika mengingat-Mu dalam perjalananku.

Maha besar Allah, Tuhan Semesta Alam.



                                                                                               
Read More

Sunday, 12 October 2014

Ucapan Selamat Datang Kembali

Semua berlalu begitu cepat, ya? Rasanya lucu membaca semua tulisan lamaku dan juga malu. Terbesit untuk menghapusnya, tapi takut nanti ketika beberapa memoriku hilang tak ada yang mengingatkan. Takut pula bila aku lupa pernah melakukan suatu kesalahan dan mengulanginya lagi. Biar tulisan yang ada di sini tetap ada.
Segala mimpi yang pernah aku rajut lalu aku tuliskan di sini nyatanya menjadi nyata secara tidak sengaja. Mimpi tergabung dalam si kuning melalui jalur si beruntung pun pernah aku tulis di sini, kan? Dan itu menjadi kenyataan kini. Lucu rasanya.
Sekali lagi, aku bilang bahwa waktu memang bergerak jadi cepat. Sekarang, aku akan mulai lagi menulis waktuku sendiri. Mungkin akan jadi -sedikit- sampah dan tidak ilmiah. Tapi aku sangat rindu sisi ini pada diriku, aku menyebutnya sisi sampahku, saat aku menjadi seorang mood swinger, dan menuliskan catatan kecil yang hampir semua tentang rasa.
Selamat datang hai, kamu! Selamat datang di sisi lainku! Selamat berkunjung, kamu!
Read More

Sunday, 2 June 2013

Realita dan M

Kapan terakhir kari 'galau'? hahahaha lamaaa! Tapi nggak tahu ya,sekarang galaunya datang lagi, tapi dengan materi yang lebih berbobot seberat badan dibanding galau-in cinta monyet yang u-u-u-u banget.
Tadi habis blog walking, lihat sana-sini, lihat orang-orang yang kuliah, sukses, dan bahagia, rasanya itu semua adalah keren banget. Pengin jadi kaya mereka, kuliah di univ favorit, punya prestasi, lomba ke luar negeri. Ah, rasanya itu semua jauh kalau dibandingin sama apa yang aku lakuin sekarang, gimana bisa ya aku kaya mereka kalau setiap hari kerjaannya cuma di depan laptop, buka twitter, internetan, tidur, makan, ketawa-ketawa daaaaan MIMPI!
Mimpi bahagia dan angan-angan masa depan selalu jadi topik menarik deh. Menyusun rencana kuliah, jurusannya dimana, univ apa, aaaah semua sudah ada di otakku, tapi yang paling ditakutkan adalah kalau itu semua cuma mimpi mimpi, planning, planning, dan nggak ada realitanya. NOOOOOO!! It must happen, it must be real at all, rada maksa sih, tapi kalo nggak dipaksa juga nggak ada motivasi buat coba belajar dan buka buku.
Jadi, semoga nggak ada yang namanya mimpi yang nggak jadi kenyataan ya!
Read More

Saturday, 9 February 2013

Cuap-cuap Rancangan Masa Depan

Weekend, fffuuh. Akhirnya weekend juga, seenggaknya punya deh waktu kosong yang bakal bermanfaat. Minggu ini hampir kelar dan bakalan disambut sama minggu depan yang padet sama ulangan, semoga saya bisa dapet hasil yang maksimal, dan no cheating aamiin.

Postingan kali ini nggak akan bahas masalah ulangan kok, tapi yang lain, it's about future. Tadi habis bel pulang sekolah saya nggak langsung pulang, ngobrol dulu sama temen-temen gitu. Jarang banget kan akhir-akhir ini saya ngobrol bareng mereka, biasanya habis bel langsung ambil sepeda dan langsung capcus pulang gitu. Kesambet.

Jadi tadi tuh kita ngobrolin masalah perkuliahan. Terlalu dini nggak sih buat kelas 11? Engga kok. Dari pembicaraan kita tadi dapat disimpulkan bahwa angkatan tahun saya itu banyak banget yang pengin jadi dokter atau pengin masuk ITB, tapi saya bukan salah satu diantaranya. Alasannya? Biar nggak mainstream hahaha, dokter udah banyak, terus yang mau ITB juga udah banyak, too mainstream. Saya nggak suka hal-hal berbau mainstream *padahal*. Terus tuh tadi juga kita ngitung-ngitung yang mau teknik juga banyak, dan saya bukan lagi salah satu diantaranya. Padahalkan kalo masuk ipa ya paling jurusannya antara teknik atau kesehatan kaan? Tapi sekali lagi saya belum ingin ambil jurusan kuliah salah satu diantaranya. Parah nggak sih? Enggak! Saya nggak parah, cuma pemikiran saya aja yang berbeda, yang anti mainstream :) Sebenernya alasannya bukan itu sih, masa cuma gara-gara mainstream saya nggak mau kuliah di situ hahahaha.

Terus saya mau jadi apa? Ah, biar saya, dan Allah SWT dulu aja yang tahu, besok kalo udah mantep baru dipublikasikan *cie*. Btw, nih ya saya mau share tentang rancangan masa depannya temen-temen saya yang tadi ngobrol bareng;

1. Lini: PWK, UGM atau UNDIP (kalo nggak salah)
2. Ana: Pilihan I -> Teknik ********* (lupa namanya, pokoknya yang ngurusin masalah alat-alat kesehatan), UNAIR/UNBRAW gitu. Pilihan II -> Kedokteran, UNS. Pilihan III -> PGSD, UNS. (kalo nggak salah). Btw, ini anak udah mantep banget gitu lho.
3. Wepe: Setauku dia pengin PWK atau sastra, tapi tadi kata ana dia pengin di Kedokteran Gigi. 
4. Nuna: Aduh lupa, tapi intinya dia pengin di yang berbau teknik gitu. Aseli lupa deh nama jurusannya apa.
5.Wida: Dulunya pengin SITH ITB, soalnya dia anak olim bio. Tapi sekarang dia pengin di Kedokteran UNAIR. Katanya biar jadi Ainun-Habibie sama abangnya (re:kekasih) yang rencana mau kuliah di ITS tahun ini.
6. Dwi: Keperawatan, UI. Katanya biar dapet Dokter Umum --"

Ya semogaa kalian semua dapat mencapai tujuan kalian masing-masing ya, Nak :') Terus saya mau di mana dong? Rahasiaaa.

Pokoknya, apapun cita-cita kalian dan apapun tujuannya, gantungkan hal tersebut 5 cm di depan kening kalian.

happy weekend :)

NB: Nama yang tertera pada postingan ini merupakan nama samaran.






Read More

Sunday, 18 November 2012

NINO RAN DI SMANSA KBM!!! DAMN COOL!

What the hell! Ketika log-in facebook dan di beranda langsung ada foto lelaki ganteng yang sepertinya tidak asing lagi. Lelaki *eh* itu berfoto di tulisan 'Welcome To State Senior High School  1 Kebumen'. Pertama tak kira itu dia hanya mirip Nino RAN, ternyata? Dan ternyataaaaaa dia Nino RAN beneran ran ran ran, asli! damn cool gilaaaa!

Nggak percaya? Nih fotonya!
























Habis lihat foto itu di beranda, asli kaget banget, terus langsung deh komen di foto itu.















Oya, yang nge-upload fotonya itu adalah Mas Ganda (di klik). Dia adalah mantan baru ketos smansa.

Terus komennya itu dibales dan ada berita yang sangat mengejutkaaaan! Itu adalah....

  

Masih dengan kekagetan yang meraja, foto itu eh maksudnya link foto itu tak sebarin di twitter dan yup akhirnya pun saya koar-koar di twitter ttg kedatangannyaitu ke sekolah saya, tepatnya tentang penyesalan mengapa tidak sempat melihat T.T

But, start from now I'm waiting for his attendance to SMANSA KBM again, specially waiting for hearing his voice! Hoping it won't be only him but RAN. Tapi kalaupun cuma dia aja juga nggak papa, sungguh bersyukuuurr sekali {} 

Well, jadi big question-nya itu adalah kenapa-nino ran-bisa-dateng-ke-smansa? Padahal dia nggak nyanyi tuh, mungkin taking a rest, mungkin numpang ke kamar mandi, mungkin mungkin mungkin. Bukan! Aku juga nggak tau kenapa kalo itu, tapi setahu saya  sih mungkin nih karena Ayahnya dia alumnus smansa kbm, mungin ya mampir gitu. Lagian moment kedatangannya dia juga pas banget sama lebaran dan dia + keluarga memang lagi di kebumen. Jadi ya mungkin ayahnya ngajakin gitu. Mungkin sih mungkiiiiin.

Unfortunately, I didn't meet him, I didn't know if he came to my school but I knew that he came to Kebumen. Itu pun aku tahu ya dari tweetnya dia, ibaratnya tuh waktu lebaran itu pengin nyari di mana keberadaanya dia tapi kok susaaaah banget eh ternyata mampir smansa juga. Errr nyesel gila nyesel abisssss T.T.

Oya, ini foto-fotonya Nino + keluarga, juga senior-senior sekolah(ku) yang beruntung sekali bertemu Nino T.T


err Nino is so damn cool!

****SEKIAN****


Read More

Tuesday, 2 October 2012

Membeda








Bila benar berbeda adalah baik, tapi mengapa masih saja sesuatu berbeda pasti asing? Bila benar kapur pink di antara biru adalah baik, mengapa coklat di antara putih tak tampak seperti sebuah kebaikan. Sebenarnya apa yang diminta oleh kata berbeda? Ataukah memang hanya paradigma orang yang kurang memerhatikan rasa yang mengutarakan bahwa berbeda adalah beda, sejenis asing dan menjurus ke tidak penting, seperti itukah?  Bila memang begitu adanya, butuhlah sesuatu yang dapat mengubahnya. Tapi tetap saja, yang namanya mengubah tak semudah merusaknya, ah bukan tak semudah menerimanya. Mengubah paradigma manusia sejenis penggemar Einsten tidak akan semudah mengubah paradigma penggemar sebuah klub sepakbola. Keras. Ketika apa yang jadi pendiriannya teguh, sudahlah lebih baik pergi dan cari orang lain untuk dipercayakan. Namun tentang ini, tentang perbedaan, bukan lagi masalah keras atau tidaknya sebuah objek, tapi tentang hati! Sekeras apapun manusia pasti dan yakinlah ada hati yang masih berfungsi walau hanya sekelumit. Penghancuran harga diri di depan masal oleh oknum yang benci perbedaan hanya karena sang subjek adalah berbeda adalah menyakitkan dan itulah sejenis penggenar Einstein walau tidak semua. Entah berapa IQ yang mereka punya tapi entah berapa hati yang mereka gunakan untuk bertindak, mungkin tidak sepadan dan jelaslah mereka.



Baginya mungkin tidak penting memikirkan siapapun yang berbeda, pikir hanya berbeda dan tidak berguna. Tapi bagaimana bila adalah seorang makhluk bumi yang berakal ditakdirkan berbeda bukan membeda? Bagaimana bila ia tak ingin menjadi beda tapi takdir tak berbanding lurus dengan yang ia inginkan? Bagaimana bila ia menyebutnya dengan sebuah kelemahan? Padahal toh takdir. Itukah mesih ingin dikata berbeda tak berguna? Ketika perbedaan disebut sebagai kelemahan oleh seorang makhluk keturunan adah ataupun hawa, maka matilah semua itu baru sama. Kau pikir hidup selalu pertimbangkan kata korsa ya, padahal ada hal yang harus membeda dan tercipta berbeda. Mau salahkan yang punya perbedaan? Hadapi Tuhannya! Apa yang disebut lemah bukan berbeda. Ketika sebuah krayon kuning menelantarkan diri di antara sekin penuh krayon berwarna hijau itu bukan kelemahan. Ketika seorang yang gendut berdiri di antara manusia langsing yang penuh pada cover-cover majalah itu bukan kelemahan. Ketika manusia berkulit sawo matang berkaca di antara sekian ratus yang berwarna putih pucat itu bukan juga kelemahan. Itu adalah harmoni. Ingin tahu apa yang dimaksud kelemahan? Lanjutkanlah!

Bila semua krayon berwarna emas, siapa yang akan memberi warna pada langit? Bila semua manusia berkulit sesama putih, akan banyak perusahaan yang tutup usaha. Bila semua wanita adalah langsing, lalu siapa yang akan membeli baju berukuran XXL? Bila semua pejabat harus menggunakan kemeja berdasi berjas dan sangat formala dari luar, lalu siapakah yang akan menjadi pemakai baju kotak-kotak? Bila dunia butuh yang sama, untuk apa Tuhan menciptakan perbedaan? Hanya karena takut dijatuhkan ataupun dicemooh oleh makhluk apatis bukanlah sebuah alasan untuk takut menjadi berbeda atau menerima perbedaan itu. Dunia ini tidak butuh sesuatu yang biasa, yang berbeda. Biar sistem bereaksi dengan apapun dan lingkungan ambil pusing biarkan! Biar makhluk lain mengulas kata berbeda yang mereka tak punya, biar saja, mereka bukan lah Tuhan yang dapat mengubah hidup. Mereka hanya paku yang seharusnya disingkirkan bila ingin berjalan dengan selamat. Terimalah perbedaan dan katakan pada para ‘paku berkarat’,” I’m different, what’s wrong?”



Read More

Tuesday, 21 August 2012

Morning Quote

"Cepat bangkit dan berfikir semua tak berhenti di sini!" -SO7
Read More

Wednesday, 15 August 2012

Dad

Habis lihat gambar ini, jadi teringat sama bapak. Beliau juga perokok aktif dan saya takut beliau tidak bisa lepas dari rokok. Bila saya ingatkan, beliau langsung berhenti atau mematikan rokoknya, namun keesokan harinya terulang kembali. Dad, please escape it for me! I don't want you to cut your time periodically with cigarette. I love you.


Read More

Little Star, Big Effect

"Twinkle-twinkle little star, how I wonder what's you are? Up above the world so high. Like a diamond in the sky. Twinkle-twinkle little star, how I wonder what's you are?"

Sepenggal lirik lagu anak-anak berbahasa inggris ini adalah salah satu lagu yang paling saya kenang. Setiap mendengar atau bahkan menyanyikan lagu ini ada sepenggal rasa yang tersentuh. Lagu ini membawa memori saya berlari ke belakang, ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya bersekolah di sebuah SD negeri di kota kecil bagian selatan Jawa Tengah, namanya Kebumen. Memang tidak begitu populer. SD Negeri 2 Kutosari, sebuah sekolah negeri yang berakreditasi B dengan bangunan yang memanjang, lapangan pinjaman SD lain, dan guru bahasa inggris yang mungkin belum tetap.

Pelajaran bahasa inggris dimulai pada kelas empat, tingkatan yang menurut saya terlalu tua untuk mempelajari bahasa inggris ditambah lagi dengan hanya terdapat satu tenaga pengajar materi tersebut. Namun, keadaan itu jauh lebih beruntung dibandingkan beberapa waktu belakangan ini. Tenaga pengajar bahasa inggris di mantan SD saya menghilang atau bahasa halusnya mengundurkan diri. Sungguh prihatin dengan kondisi ini, ingin sekali rasanya saya bekerja paruh waktu di SD itu, mengajar apa yang saya bisa tentang bahasa inggris dasar. Tapi apa daya, saya hanya seorang pelajar sekolah menengah yang dipaksa harus fokus terhadap nilai. Suatu saat nanti, mungkin saya akan menjadi guru bahasa inggris, atau mungkin tidak, saya tidak ingin.

Kembali pada lagu, teringat kala itu, ketika ibu guru bahasa inggris mengajarkan kami bernyanyi lagu twinkle-twinkle little star, saya adalah murid paling semangat dalam menyanyikan lagu tersebut. Sejak awal, saya sudah menghapalkan lirik lagu yang ada di buku cetak bahasa inggris, salah satunya lagu itu dan hanya lagu itu yang dinyanyikan bersama-sama, lainnya? Saya belajar sendiri, atau lebih tepatnya saya mengarang nada. Setelah kejadian itu, banyak teman-teman sekelas saya yang minta bernyanyi bersama-sama dan dikoreksi liriknya oleh saya.

Sungguh, secuil lagu anak yang dapat membuat saya menyukai bahasa inggris walaupun saya belum ahli pada bidang itu. Tapi bukankah dari suka kita bisa menjadi ahli? Semoga! Little Star, Big Hope. :)

Read More

Tuesday, 14 August 2012

What I Hate


I hate it. A sentence which can kill someone you say it for ,  no no no maybe it can’t kill their body but it can kill their feeling(s) continuously. So, what’s the effect? First, you will be hated! Not just by someone you say it for, but also by his friends. Oke, start from very first time, I know the effect is not good, that’s totally strange. How can people hate us but we just say ‘hate’ to ONE person? Well, actually that’s not their problem but his. They just follow their friend to hate us  just because they are his friends but they don’t understand the problem totally. They just think like “I must take care of my friends” or stuff.  Moreover, we say hate to him not about himself but his typewriting maybe yes maybe. Omg, it is so stupid thing that I mostly hate.
Read More

Thursday, 9 August 2012

We Were Shaking The World

The 3rd Ramadhan Reunion











"No matter what we are, who we are, and when we are. We are young, we expect high, and we party hard"





Read More

Wednesday, 8 August 2012

LIFE #2


If life can be sweet like this everyday....


and the people can smile like this everytime....


and when the people can make a peace with this but not wars or violence...



THIS LIFE WILL BE MORE BEAUTIFUL THAN NOW


"Peace can't be achieved through violence, it can only be attained through understanding" -Ralp Waldo Emerson


Read More

Tuesday, 7 August 2012

Miracle

Jarang minta maaf untuk kasus seperti ini. Tapi akhirnya, saya minta maaf juga ke orang-orang yang saya lukai dari belakang hari ini. Sadar.
Read More

DREAM

Kalau memang benar tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini, akan kah saya bisa pergi ke......





atau mungkin.....



Saya memang tidak cukup kaya untuk pergi ke dua tempat itu sekarang. Namun, semoga saja masa depan saya bisa membawa saya ke sana....untuk belajar.


Read More

Friday, 27 July 2012

Their Quotes

After holding English Community (Ecom) interview  this afternoon, I read their essays. And guess what? I found a lot of quotes in their essays. Sebenarnya, quotes-quotes yang mereka cantumkan dalam essay mereka sudah sangat populer di kalangan kita semua -mungkin-. Tapi, yang membuat saya ingin mempublikasikannya adalah karena usaha mereka ketika proses interview yang membuat essay mereka seems so wonderful. So, here we go!

"I believe, if I live around of the smart people, I will be smart too" - Rizka S
"There is no guarantee that this life is easy. Just need a want, work, and wish" -Nanda M
"If there is no music in this world, it's gonna turn be black and white" -Dwi Asih R
 "There's a lot of drama that happen in my life, but life is full of struggle" -Irma R
"She learned from her mistakes, got her life together, and made a life for me" -Irma R
"Teach me to dare and not afraid to keep dreaming" -Irma R
 "If people support me, I'll support them harder" -Irma R

Well, actually masih ada quotes-quotes lain di essay yang lain pula. Tapi karena mata sudah mulai lelah dan belum semua essay terbaca, jadi quotes lain masih akan ditampilkan pada the next article. Be ready! :)



Read More

LESSON #4

The reason why you can't judge people from their covers is because this......


from this

Read More

Wednesday, 25 July 2012

LESSON #3

Kamu tidak bisa menjadi superhero, suatu waktu akan dan harus ada yang kamu relakan dan bila kamu ada di tengah dilema, lihatlah kebelakang, mana yang sudah berkorban lebih buatmu. -Bapak di senja ini.
Read More

LIFE

Jam menunjukkan pukul lima sore, entah lebih entah kurang. Sore ini. Cukup mengenaskan, apa yang saya dengar setelah memarkir sepeda di garasi yang tak terlalu lebar. Seperti mendapatkan serangan jantung. 
"Hari ini rapat apa lagi?" tanya ibuku bernada marah.
"Organisasi X, bu.  Mau ngadain BSB, jadi hari ini ada pembagian tugas sama adik kelas juga, kan aku udah izin, bu," jawabku sembari menyopot sepatu.
"Kemarin kamu pulang sore, sekarang pulang sore, dikira pulang sore terus bakal ngasih kamu nilai bagus?" lanjut ibuku dengan sedikit berteriak.
Saya tidak menjawab apapun. Hanya diam. Saya tahu itu retorik, tak perlu suara untuk memperpanjangnya. Sebenarnya, sudah dua minggu ini kedua orangtuaku melarang kegiatan di luar jam pelajaran dan les tambahan kecuali organisasi Z.  Alasannya simpel, karena organisasi Z lah yang tidak memakan energi fisik terlalu banyak, dan energi yang kita pakai akan berhubungan dengan kesehatan. Ya, kesehatan saya akhir-akhir ini sungguh tidak bisa dipertanggung jawabkan. Turun terlampau jauh, dan menimbulkan kerusakan pada sesuatu. Sebenarnya hal ini sering kudapatkan, namun aku tak pernah merasakannya sebagai 'penyakit' hanya pahit dan nyeri biasa. Tapi hal inilah yang membuatnya menjadi bertambah parah, puncaknya minggu ini. Untunglah, minggu ini saya belum mengikuti puasa ramadhan, jadi masih ada waktu untuk penyesuaian kondisi terlebih dahulu. 

Seperti biasa, setelah sekian jam menyibukkan diri di rumah kedua (re: sekolah) dan kembali ke rumah utama, pastilah kamar yang saya tuju pertama kali. Entah karena lelah, atau mungkin karena sudah terbiasa. Kamar adalah surga dari rumah utamaku, bukan karena ada kasur, melainkan di tempat itulah saya bisa benar-benar menjadi saya. Selain itu, kamar juga lah yang memberikan kenyamanan instan  bila saya sedang berada di tengah kepenatan dan kelabilan yang mungkin membingungkan, dan di kamar pula lah saya menemukan hobi menulisku dan juga inspirasiku.

Terlepas dari pembahasan kamar, saya baru sadar bahwa bapak belum pulang padahal waktu telah menunjukkan pukul setengah enam sore, hampir berbuka puasa. Tidak seperti biasanya pada bulan ramadhan. 

"Bu, bapak belum pulang?" tanyaku membuka percakapan senja ini sembari membantu beliau membuatkan teh untuk berbuka.
"Belum, sedang tenis," jawab ibuku singkat.
Bapakku memang hobi tenis sejak beliau bekerja sebagai polisi, dan tenis pula yang membuat bapakku sering pergi ke luar kota. Beliau hebat.

"Kalau saran ibu, kamu nggak usah ngepeng organisasinya. Jangan pulang sore terus! Kamu kan tahu kalau kamu udah kelas 2, harusnya kamu inget sama SNMPTN undangan. Apa kamu nggak kasihan sama ibu sama bapak yang udah bayar les mahal-mahal?" bahas ibuku.
 "Ya kasihan, kan aku belum pernah bolos les di kelas dua ini, bu," belaku.
"Ya pokoknya ibu cuma ngingetin aja, apa yang kamu lakuin sekarang bakal ngaruh sama masa depanmu."
Suara motor bapakku terdengar memasuki teras. Saya hafal. Bapak pulang, dan ibuku belum berhenti menasihatiku tentang kesibukanku. Sebenarnya, bila kau tahu bagaimana sifat bapakku, beliau adalah orang yang sangat tegas, maklumlah dari keluarga militer. Tidak hanya tegas, beliau sangat galak. Mungkin berbeda dengan bapak kalian di rumah. Kekerasan hati? Sering. Fisik? Pernah. Namun, seiring berjalannya waktu, bapakku jarang melakukannya padaku lagi, hanya saja apa yang beliau katakan sangatlah menusuk. Dan mungkin itu yang beliau turunkan padaku. Tapi, bapakku hebat. Beliau adalah seorang polisi sekaligus bapak yang loyal dalam hal positif. Bila saya minta belikan baju, buku, novel, tas dan lain-lain, beliaulah yang loyal memberikan alat pembayarannya, asal beliau dalam kondisi good mood.

 Bapakku bergabung bersama saya dan ibu di dapur.  Ikut bercampur padu pada percakapan semi serius kami. Ketika bapak bergabung, percakapan berubah menjadi pembuangan pada kata semi, ini serius. Semua larangan adalah larangan dan bapakku melarangku......................
Read More

LESSON #2


Read More

LESSON #1


You may think that you are failed, but show must go on.
Read More