Showing posts with label Random. Show all posts
Showing posts with label Random. Show all posts

Sunday, 12 October 2014

Ucapan Selamat Datang Kembali

Semua berlalu begitu cepat, ya? Rasanya lucu membaca semua tulisan lamaku dan juga malu. Terbesit untuk menghapusnya, tapi takut nanti ketika beberapa memoriku hilang tak ada yang mengingatkan. Takut pula bila aku lupa pernah melakukan suatu kesalahan dan mengulanginya lagi. Biar tulisan yang ada di sini tetap ada.
Segala mimpi yang pernah aku rajut lalu aku tuliskan di sini nyatanya menjadi nyata secara tidak sengaja. Mimpi tergabung dalam si kuning melalui jalur si beruntung pun pernah aku tulis di sini, kan? Dan itu menjadi kenyataan kini. Lucu rasanya.
Sekali lagi, aku bilang bahwa waktu memang bergerak jadi cepat. Sekarang, aku akan mulai lagi menulis waktuku sendiri. Mungkin akan jadi -sedikit- sampah dan tidak ilmiah. Tapi aku sangat rindu sisi ini pada diriku, aku menyebutnya sisi sampahku, saat aku menjadi seorang mood swinger, dan menuliskan catatan kecil yang hampir semua tentang rasa.
Selamat datang hai, kamu! Selamat datang di sisi lainku! Selamat berkunjung, kamu!
Read More

Thursday, 8 August 2013

Eid Mubarak

Eid Mubarak everyone!
It is almost 1 Syawal (Eid Mubarak) here, in Indonesia. Just hours to go and I feel so excited. It is not because I'm gonna wear a new clothe for tomorrow -tradition in Indonesia, using new clothes when 1 Syawal comes, but it is not a must- but there will be a family gathering, a big family gathering with all cheers, envelops which is filled with money, delicious food and of course forgiving time.

Syawal comes after Ramadhan (depends on the Islamic year). In the holy month, Ramadhan, all muslim do fasting, which is started from the dawn until twilight for a month. Not only fasting, we also do sholat tarawih after sholat isya, we do zakat fitrah (special time: the night before 1 Syawal). The rests are as same as another month, like reading Quran, sholat subuh - Isya, and etc, the differences are placed in the intensity. All good actions will be paid more in Ramadhan, so that's why we do more than usual.

Ramadhan ends, Syawal comes. It will bring happiness, and also sadness. The happiness has been explained in the first paragraph. And how about the sadness? We say goodbye to Ramadhan. As like what I wrote before, Ramadhan has its own goodness, everything will be paid more, and it is hard to say goodbye to such kind of a good thing like that. What we are afraid of is that we won't say hello to Ramadhan next year, but I don't hope it will happen to me.

I've said there is a forgiving time in a Syawal right? So, here Aulia Nataningsih is so sorry for what she has done :) Eid Mubarak!
Read More

Wednesday, 27 March 2013

Syukurlah, bersyukurlah

Ada tempat tapi seperti tak berpenghuni. Katanya atap bocor, lantai tak keramik, cat buruk, kaca retak, dinding tripleks, daya listrik kecil, air sulit mengalir, dan entah apa lagi. Setiap malam, pagi, siang, sore, hanya ada keluhan-keluhan, tanpa kebahagiaan. Mengeluh-lah dia dengan segala kekurangan tempat itu, dia bilang dia tak bahagia malah sengsara, ingin pergi rasanya, cari tempat baru seperti istana. Dia berkata lagi bahwa kebahagiaannya tidak muncul karena dinding tripleks, dan segala yang minim-minim.

Dia-pun memperbaiki ke-'miniman' sana-sini di tempat itu. Tapi lagi-lagi seperti tak berpenghuni. Tak ada kebahagiaan, tetep saja keluhan adanya. Katanya kurang ini, kurang itu. Dia berkata bahwa tempat itu tetap tak cocok baginya.

Bilapun dia memperbaiki tempat itu sampai miliaran uang terkuras, dia tetep tak akan pernah puas. Dia tak akan pernah dapat kebahagiaan di tempat itu. Sungguhpun dia buat tempat itu seperti istana, dia tetap tak puas, tetap tak ada kata 'bahagia'. Bukan renovasi besar-besaran yang dia butuhkan! Tapi satu kata yang harus dia ucapkan dan dia resapi; "Alhamdulillah".
Read More

Friday, 16 November 2012

Belajar Untuk Belajar

Terang bulan malam ini tak tampak, tapi tadi pagi ada semangat baru yang tampak. Tadi pagi dengan angka yang melekat pada kertas dan pada ketidakpuasan penilai pada objek yang diberi nilai, Sebuah dan lebih kata meluncur begitu deras dari hari seorang penilai, rasa ketidakpuasan, kekecewaan, dan underestimating, begitulah katanya.
Angka yang terulas pada lembar jawabku memang tidak berbunyi do re mi fa sol dan sekawannya, dan aku bersyukur atas itu. Tapi jelaslah terlihat kekecewaan pada..nya. Ya, padanya. Dan padaku sendiri. Kecewa? Ya. Karena nilai turun? bukan, bukan itu. Kecewa karena mengecewakan orang lain.
Ibarat seorang ibu yang tak mau melihat grafik kemunduran dari seorang anak, dia pun juga. Ya, aku malu karena dibuat malu. Angka yang tertera hanya turun sedikit tapi aku sudah cukup malu mendengar semua ulasannya. Malu. Tuntas memang, tapi ada sesuatu yang mengecewakan walau hanya setitik. Namun apa daya, semua telah berlalu.
Dari sini, kemauan belajarku mulai terasa sedikit demi sedikit. Dari tekanan yang aku dapat tadi pagi, aku belajar untuk belajar. Seolah ada yang berbisik padaku tadi pagi dan menyemangatiku seperti seorang cheerleader, tekanan itu berhasil. Membangunkanku sedikit demi sedikit. Yang terpenting kemauan belajarku mulai tumbuh kembali.
Walaupun belum lurus. Belum lurus niatannya karena hanya berniat belajar untuk tidak malu. Tetap saja ini menjadi sebuah cambukan yang indah, cambukan yang bisa membangunkan saraf-saraf dan hati untuk belajar. Semoga meningkat dan menjadi lurus! Semangat!
Read More

Wednesday, 14 November 2012

Tebak-tebakan

Senja ini, dengan segala kekalutan yang menjelma menjadi sebuah penasaran, mereka bermain tebak-tebakan. Saling menebak nama siapa yang muncul. Dan ada pun dia, yang sedari tadi menyimpan rahasia, entah cinta atau apa. Tapi, ada satu yang kalut, dia takut kalau-kalau...kalau-kalau ada orang menyebut nama yang sama.
Dia takut. 





Apa yang dia takutkan?
Hancur

Mengapa bisa?
Impuls

Cinta?
Bukan,  hanya ketakutan.

Lalu?
Takut kehilangan.

Kehilangan? Apa?
Rasa.





Read More

Tuesday, 2 October 2012

Membeda








Bila benar berbeda adalah baik, tapi mengapa masih saja sesuatu berbeda pasti asing? Bila benar kapur pink di antara biru adalah baik, mengapa coklat di antara putih tak tampak seperti sebuah kebaikan. Sebenarnya apa yang diminta oleh kata berbeda? Ataukah memang hanya paradigma orang yang kurang memerhatikan rasa yang mengutarakan bahwa berbeda adalah beda, sejenis asing dan menjurus ke tidak penting, seperti itukah?  Bila memang begitu adanya, butuhlah sesuatu yang dapat mengubahnya. Tapi tetap saja, yang namanya mengubah tak semudah merusaknya, ah bukan tak semudah menerimanya. Mengubah paradigma manusia sejenis penggemar Einsten tidak akan semudah mengubah paradigma penggemar sebuah klub sepakbola. Keras. Ketika apa yang jadi pendiriannya teguh, sudahlah lebih baik pergi dan cari orang lain untuk dipercayakan. Namun tentang ini, tentang perbedaan, bukan lagi masalah keras atau tidaknya sebuah objek, tapi tentang hati! Sekeras apapun manusia pasti dan yakinlah ada hati yang masih berfungsi walau hanya sekelumit. Penghancuran harga diri di depan masal oleh oknum yang benci perbedaan hanya karena sang subjek adalah berbeda adalah menyakitkan dan itulah sejenis penggenar Einstein walau tidak semua. Entah berapa IQ yang mereka punya tapi entah berapa hati yang mereka gunakan untuk bertindak, mungkin tidak sepadan dan jelaslah mereka.



Baginya mungkin tidak penting memikirkan siapapun yang berbeda, pikir hanya berbeda dan tidak berguna. Tapi bagaimana bila adalah seorang makhluk bumi yang berakal ditakdirkan berbeda bukan membeda? Bagaimana bila ia tak ingin menjadi beda tapi takdir tak berbanding lurus dengan yang ia inginkan? Bagaimana bila ia menyebutnya dengan sebuah kelemahan? Padahal toh takdir. Itukah mesih ingin dikata berbeda tak berguna? Ketika perbedaan disebut sebagai kelemahan oleh seorang makhluk keturunan adah ataupun hawa, maka matilah semua itu baru sama. Kau pikir hidup selalu pertimbangkan kata korsa ya, padahal ada hal yang harus membeda dan tercipta berbeda. Mau salahkan yang punya perbedaan? Hadapi Tuhannya! Apa yang disebut lemah bukan berbeda. Ketika sebuah krayon kuning menelantarkan diri di antara sekin penuh krayon berwarna hijau itu bukan kelemahan. Ketika seorang yang gendut berdiri di antara manusia langsing yang penuh pada cover-cover majalah itu bukan kelemahan. Ketika manusia berkulit sawo matang berkaca di antara sekian ratus yang berwarna putih pucat itu bukan juga kelemahan. Itu adalah harmoni. Ingin tahu apa yang dimaksud kelemahan? Lanjutkanlah!

Bila semua krayon berwarna emas, siapa yang akan memberi warna pada langit? Bila semua manusia berkulit sesama putih, akan banyak perusahaan yang tutup usaha. Bila semua wanita adalah langsing, lalu siapa yang akan membeli baju berukuran XXL? Bila semua pejabat harus menggunakan kemeja berdasi berjas dan sangat formala dari luar, lalu siapakah yang akan menjadi pemakai baju kotak-kotak? Bila dunia butuh yang sama, untuk apa Tuhan menciptakan perbedaan? Hanya karena takut dijatuhkan ataupun dicemooh oleh makhluk apatis bukanlah sebuah alasan untuk takut menjadi berbeda atau menerima perbedaan itu. Dunia ini tidak butuh sesuatu yang biasa, yang berbeda. Biar sistem bereaksi dengan apapun dan lingkungan ambil pusing biarkan! Biar makhluk lain mengulas kata berbeda yang mereka tak punya, biar saja, mereka bukan lah Tuhan yang dapat mengubah hidup. Mereka hanya paku yang seharusnya disingkirkan bila ingin berjalan dengan selamat. Terimalah perbedaan dan katakan pada para ‘paku berkarat’,” I’m different, what’s wrong?”



Read More

Tuesday, 28 August 2012

The Same Ending

Sudah mencoba kembali dari awal, namun adanya tetap tak urung berubah. Tetap tak bergeser lubangnya hingga terjatuh dah terjerembab di lubang yang sama lagi dan lagi untuk entah berapa kalinya. Dengan awal yang mungkin saja lebih manis dan menarik dari sebelumnya, nyatanya? Tetaplah saja berakhir dengan sama..sama seperti yang sudah. Mungkin saja keledai baru lahir kala ini, yang tak dapat 'belajar' dari apa yang terjadi. Entah dari buku mana, ataupun hanya dari omongan semata, terciptalah kata-kata manis untuk dimengerti, "belajarlah seumur hidupmu". Manis. Tapi sayangnya semua punya masa habisnya, masa kadaluarsanya masing-masing. Termasuk hal manis itu. Toh akhirnya hanya jadi racun yang entah bagaimana melumpuhkan.
Read More

Wednesday, 15 August 2012

Dad

Habis lihat gambar ini, jadi teringat sama bapak. Beliau juga perokok aktif dan saya takut beliau tidak bisa lepas dari rokok. Bila saya ingatkan, beliau langsung berhenti atau mematikan rokoknya, namun keesokan harinya terulang kembali. Dad, please escape it for me! I don't want you to cut your time periodically with cigarette. I love you.


Read More

Tuesday, 14 August 2012

This' not love

Read More

The Way I Spend My Holiday

random



Two pictures which I make in this holiday, and it's proven that probably I can't draw or make a pict beautifully.
Read More

What I Hate


I hate it. A sentence which can kill someone you say it for ,  no no no maybe it can’t kill their body but it can kill their feeling(s) continuously. So, what’s the effect? First, you will be hated! Not just by someone you say it for, but also by his friends. Oke, start from very first time, I know the effect is not good, that’s totally strange. How can people hate us but we just say ‘hate’ to ONE person? Well, actually that’s not their problem but his. They just follow their friend to hate us  just because they are his friends but they don’t understand the problem totally. They just think like “I must take care of my friends” or stuff.  Moreover, we say hate to him not about himself but his typewriting maybe yes maybe. Omg, it is so stupid thing that I mostly hate.
Read More

Wednesday, 25 July 2012

LESSON #1


You may think that you are failed, but show must go on.
Read More

Tuesday, 3 July 2012

HOLIDAY PART 1

Halooooo! Happy Holiday, everyone! ^^

       I wanna tell you guys about my first oops, I mean my second experience of this holiday. I did it with my classmate, well it wasn't complete actually.  Kita cuma ber-18 dari 32 yang ikut dalam ekspedisi kali ini dan pada kenyataannya dari 18 anak itu tidak ada anak yang berakta kelahiran pria. But they didn't come because of reasonable reason kok. Jadi kita bisa terima walau kenyataan awalnya sangat pahit.
       And next, tujuan utama kita adalah Pantai Glagah. Awalnya tak kira Pantai Glagah itu ada di Purworejo, dan itu nggak cuma aku doang yang ngira begituan, almost all of us. Jadi, kita izin sama ortu ya pasti ke Purworejo. But the reality, that's totally WRONG. Why? Ini akan saya jelaskan.
      Ehm, kita semua naik coltnya salah satu temen kelas kita tercinta untuk menuju ke pantai tersebut, inilah titik pen-syukur-an pertama dari sedikitnya anak yang ikut karena jadi nggak desel-deselan, tapi tetep aja over populated, buktinya ada juga tuh yang nggelar tikar karena kehabisan tempat duduk hahahaha. Tapi ada satu hal yang janggal dari perjalanan kita, kok ya nggak nyampe-nyampe ya, lama banget, lebih dari satu jam dan kanan kiri sawah ladang semua. Dan ternyataaaaaa, taraaaa! Kita sampai di Glagah dan Glagah itu di Jogja. Makannya nggak sampe-sampe perasaan. 


Suasana di Dalam Colt
Gimanapun situasinya, yg namanya sepuluh empat pasti tetep a s i k banget deh. 

Situasi apapun berfoto tetep utama




Setelah bersenggol ria di dalam colt akhirnya sampai juga di Glagah! Fuih! 

yg ini browsing di google karena nggak sempat motret


Pertama kali dateng kaget ada beton-beton begini, langusng deh jadi bahan penjepretan

nice human made

edited
di setiap pantai pasti selalu ada ini

As I have said, belum afdhol kalau belum foto-foto.

Foto Pertama begitu sampai di Glagah


Walaupun kita cuma berdelapan belas bukan berarti acara jadi nggak ramai. Mau bukti? Silahkan lihat foto-foto di bawah ini!


 Sebenernya kalau kalian berdiri seperti yg dilakukan dalam pose foto di bawah ini kalian bakal merinding, soalnya ada  beton sebegitu banyaknya terus bawahnya pantai.
belum siap udah di jepret



Nahh, foto bareng-bareng yang udah saya tampilkan tadi belum turun ke pantainya. Dan foto di bawah ini adalah foto pengalaman pribadi saya waktu belum turun di pantainnya, masih berada di antara beton-beton.

Alhamdulilah betonnya lebih lebar daripada saya

Posenya bagus tapi mukanya bukan konsumsi publik -___-


Mau tahu apa yang terjadi selanjutnya? Keep waiting di next post ya (: Happy holiday ^^


Read More

Saturday, 9 June 2012

5 MOST DIFFICULT THINGS

Kata orang-orang sih nggak ada hal yang susah kalau dijalanin pake jimat  take it easy, let it flow, itu sih kata orang. Faktanya? Let's we see aja deh di hidup kalian, pasti ada kan yang kalian anggap bener-bener susah? Pasti ada kok, pasti. Saking susahnya sampai-sampai kalian lupa buat ngelakuin kewajiban yang udah jadi tanggung jawab kalian. So, di sini saya mau posting lima hal yang paling susah dari point of view saya sendiri. Kalau ada yang kesinggung atau nggak terima atau namanya ada di posting ini atau apapun yang baik-baik atau jelek-jelek, kalian pasti tetep dapet pahalanya kok /m\. So, here we go:


1. Be Our Pure Self



Jadi diri kita yang bener-bener kita asli, murni, original, real, pure, atau apalah itu namanya. It's really difficult to be practiced. Banyak sih orang yang sering bilang 'You've to be your self. Kamu harus jadi diri kamu sendiri, jangan tiru-tiru orang lain.' Itulah teori orang-orang,  yang hanya kebanyakan dilaksanakan pakai kata-kata bukan tindakan. Gimana bisa jadi diri kita sendiri kalau kita nggak tahu gimana diri kita dan siapa diri kita. Nah, sialnya kalau kalian udah tahu gimana diri kalian, tapi hal itu tidak cocok dengan lingkunganmu di sekolah atau sebagainya, otomatis kalian harus sedikit membohongi diri kamu sendiri untuk nggak jadi diri kamu sendiri. Stay woles ya!

2. Who Am I?



Siapa kita hayoooo? Siapa? Tahu nggak? Ha! Nggak tahu? Wajar sih --'. Beneran dah, itu pertanyaan paling susah dijawab. Paling-paling cuma bisa njawab nama dan bla-bla-bla. Kalo kata guru BK saya, kalau kita mau ngetahuin gimana dan siapa kita, otomatis kita harus bisa bicara sama diri kita sendiri. Apapun! Itu juga hal paling susah. Kalau kata orang-orang itu 'Satu juta cermin tidak akan memberikan jawaban dari pertanyaan siapa kita, yang bisa memberikan jawabannya adalah hati yang mengalir ke otak lalu disalurkan ke mulut kita.' Seriously, I am still trying to find the answer of who I am hehe.
3. Not Only Be Our Self, but also Be The People Wanted and Needed

Dunia itu nggak ada batasnya, sekalinya kalian udah dapet apa yang kalian mau pasti bakal muncul keinginan lain. Dunia itu kayak cintaku ke kamu, nggak terbatas -iya aja daaahhhh-. So, apa susahnya ya? Ya susah banget lah -susah, susah banget ya nerjemahin semapore yang cepetnya ngalaihim-. Nah, kita ibaratin kayak gini, kalau kita udah tau siapa diri kita dan kita udah bener-bener jadi diri kita yang asli sli sli sli sli, eh nggak tahunya hal itu bukan yang diinginin sama orang-orang sekitar. Coba deh! Kalian rasain gimana rasanya! Rasain! Pasti bakalan bingung dan bingung. Bingung mau jadi diri kita sendiri atau jadi orang yang bener-bener diinginkan dan dibutuhkan oleh lingkungan sekitar. Sekedar teori buat solusi aja nih, menurut saya kita harus bisa mixing keduanya. But I know that it's totally difficult. Tapi kita harus tetep coba biar jadi diri kita sendiri, inget aja deh where there is a will, there is a way. Mirisnya, ini adalah hal yang belum bisa saya lakukan secara total. Keep on trying!
 4. Lead Our Self!

Lead our self yang bahasa indonesianya berarti memimpin diri sendiri. Memimpin diri sendiri itu ibarat menjadi nahkoda di kapal kita sendiri yang sedang berlayar di lautan lepas. Tidak setiap orang dapat melakukan hal ini dengan baik, bahkan seorang pemimpin pun bisa juga belum dapat melakukan hal ini dengan baik. Jadi pemimpin buat diri sendiri itu hal paling sederhana yang menyusahkan, kita bikin peraturan buat diri kita sendiri, tapi kita juga yang ngelanggar. Josssss banget dah! Don't EVER try this at home! Tapi sekecil apapun kemungkinannya, kita tetep harus bisa jadi pemimpin buat diri kita sendiri, because we are not the passenger but the driver. Kita yang mengemudikan hidup kita, so yang harus kita lakukan adalah memimpin diri kita sendiri dengan menurut aturan yang berlaku. Be a good driver, eve! :p 
5. Be A Great Leader of People's Life!





Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang  menerima kritikan dengan lapang dada. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang harus banyak mendengar. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang harus tanggap dengan keadaan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang down to earth. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bertanggungjawab. Pemimpin yang baik adalah bla bla bla bla bla. Banyak banget orang yang sering bilang kalimat-kalimat tersebut -termasuk yang nulis-. Kita tuh berasa hobi banget ngekritik pemimpin, nyari kesalahannya atau apalah itu. But guys, jadi pemimpin itu susah loooh. Susah banget deh, ngatur anak buahnya yang suka ngomentarin kinerjanya sang pemimpin. Jadi pemimpin buat diri sendiri aja berat, apalagi buat orang banyak. Apalagi di dunia ini nggak ada kan orang yang sempurna? Nah, kalau nggak ada orang yang sempurna, itu berarti nggak akan ada pemimpin yang sempurna juga. A great leader is a leader who always tries to be perfect, although he knows that there is no perfection. Jadi pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang selalu meningkatkan kinerjanya atau selalu berlari mengejar kesempurnaan walaupun dia tahu kalau sempurna itu nggak ada, tapi dia tetep ningkatin kenerja. Kalau kata Ketua Osis SMA saya tahun lalu itu 'tidak ada pemimpin yang sempurna bila datangnya dari bumi, karena pemimpin yang sempurna datang dari surga' . Jadi, buat semuanya yang dulu suka mengkritik berlebihan sebaiknya dikurangin deh, mengkritik boleh asal masih menggunakan batas-batas tertentu, inget, jadi pemimpin itu susah. Buat para pemimpin, kalian juga harus bisa nunjukkin kalo kalian itu pemimpin yang patut dijadikan pemimpin, jaga kepercayaan mereka.

Nah, itu tadi kelima hal tersulit menurut pandangan saya. Thanks for reading. Any comment? Just leave it on this blog or say it to me. Maaf kalau ada kata yang kurang pas. Hopefully it can make you all realize that there are so many things that we can't reach yet, so we'll try to reach it.
Read More